Undangan Konvensional Versus Undangan Digital

Undangan Konvensional Versus Undangan Digital, “Nah”, ini kata pertama saya ucapkan pada saat melihat foto acara kawinan anaknya ulama tersohor di Jakarta yang baru pulang dari negeri Arab.

Bayangkan sebegitu banyak-membludak orang yang hadir pada saat itu, “bagaimana ngundangnya”, dalam hati saya. Apa iya undangan yang dibuat itu adalah undangan konvensional seperti yang selama ini saya kerjakan ??

Hati kok ngga yakin 100%, jangan-jangan ini sudah masuk intervensi dari produk digital yang bisa memberikan pesan berantai berikut perwajahan yang menarik di dalamnya. Bagaimana mungkin sebegitu membludaknya tamu yang datang. Berapa coba keuntungan si pemilik percetakan itu mendapatkan cuan dari order undangannya saja. ckckck…. Mungkinkah??

Suasana acara pernikahan anaknya Habib Rizieq, Gbr dari VOI.id

Kemajuan Teknologi Media Sosial, pada saat ini siap-siap akan memenggal para pekerja Percetakan kembali, khususnya yang tidak mau move on untuk menyesuaikan diri ke bidang yang lebih berbasis IT.

Masyarakat kita saat ini pun tidak lagi mempersoalkan bentuk undangan yang diterimanya, bahkan undangan dalam bentuk digital sudah dianggap wajar.

Sekarang pertarungannya Undangan Konvensional Vs Undangan Digital ada pada perwajahannya saja, meskipun Undangan Digital tingkat efektifitasnya tinggi tapi perwajahan yang disajikan undangan Konvesional masih lebih baik, maka saya yakin masih ada pasar untuk percetakan yang menawarkan pembuatan Undangan konvesional.

Jadi Khawatir saja tidak cukup, tapi harus juga mau beradaptasi dengan Teknologi terkini dalam pembuatan Undangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *